Ringkasan Kotbah

Tema: “Diciptakan Untuk Berelasi Dengan Sesama
Kejadian 2:18-23; 1 Yohanes 4:7-11

Oleh: Pdt. Ezra Rinaldi

Diciptakan Untuk Berelasi Dengan Sesama
Tuhan menciptakan manusia tidak sendiri. Tuhan menciptakan manusia yang lain. Oleh karena itu, relasi dengan sesama manusia adalah bagian hidup manusia. Namun demikian, dalam kenyataan kita menjumpai ada banyak relasi di antara sesama manusia yang retak ataupun rusak.

Penyebab Relasi Menjadi Rusak
Pada umumnya manusia menghendaki agar relasi dengan sesamanya terjaga dengan baik. Dan, Tuhan pun menginginkan agar relasi manusia dengan sesamanya tetap baik. Untuk menjaga agar relasi tetap baik, pertanyaan yang perlu diajukan adalah: “Apakah yang menyebabkan relasi manusia menjadi rusak?” Dengan mengetahui penyebab rusaknya relasi, kita dapat mencari obat yang dapat memulihkannya.

Tema: “Diciptakan Untuk Berelasi Dengan Allah
Kejadian 1:26-27; Mazmur 73:24-28

Oleh: Pdt. Em. Anni P. Saleh

Kekristenan adalah relasi. Alkitab secara berulang menyatakannya. Salah satu bagian Alkitab yang menuliskan tentang hal itu adalah Yohanes 15:1-8. Ayat-ayat tersebut memberitahukan betapa pengikut Kristus sangatlah bergantung kepada Kristus, seperti ranting pohon anggur bergantung pada pokoknya.

Menegaskan hal itu, Kejadian 1:26-27 menyatakan bahwa Allah secara bersengaja menciptakan manusia untuk berelasi dengan Dia. Pernyataan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah menunjukkan bahwa manusia bukan hanya diciptakan secara khusus untuk mengemban tugas mencerminkan Allah, tetapi untuk berelasi dengan Dia. Louis Berkhof dalam buku Teologia Sistematika mengatakan, diciptakan menurut gambar dan rupa Allah menunjuk pada keistimewaan manusia, karena ia diciptakan dalam relasi dengan Allah. Jadi, karena relasi antara Allah dan manusia merupakan hal yang secara bersengaja diciptakan Allah, maka tanpa relasi dengan Allah hidup manusia akan hampa.

Tema: “Yesus Imam Besar Agung
Ibrani 4:14-5:10
Oleh: Bpk. Joy Manik

Walaupun tidak jelas siapa penulisnya, namun kitab Ibrani ini memberikan banyak pelajaran mengenai kehidupan. Tahun 67-69 merupakan perkiraan tahun penulisan kitab ini. Artinya, penerima surat ini tidak hanya sedang berada di perantauan tapi juga sedang mengalami tekanan dan kesulitan. Dalam situasi itulah, Ibrani pasal 4:14-15 menjadi bagian pengajaran yang menguatkan iman para petobat baru itu.

Follow Us on Instagram

Menu Utama

Sedang Online

We have 147 guests and no members online