Ringkasan Kotbah

Tema: “Relasi Dengan Diri Sendiri
Amsal 21:2; 1 Timotius 4:16

Oleh: Pdt. Em. Johannes Dharmawan

Paulus memperingatkan Timotius agar selalu mengawasi diri. Sebab mengawasi diri akan menyelamatkan diri sendiri dan orang lain. Menyelamatkan diri di sini mempunyai pengertian tanggung jawab kehidupan Kristen sehari-hari, bukan mengenai keselamatan kekal yang merupakan wilayah anugerah Allah. Sebagai orang percaya, Tuhan memanggil kita untuk mempunyai kehidupan yang benar, lurus, bersih dan terawasi baik oleh diri sendiri maupun oleh Tuhan.

Bukan saja Timotius diperingatkan untuk mengawasi diri tetapi juga mengawasi ajarannya. Sebab pada waktu itu, kota Efesus di mana Timotius melayani, terdapat banyak ajaran yang sesat dan tidak sehat. Ada guru-guru palsu yang mengajarkan ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan dan ajarannya itu mempengaruhi banyak orang Kristen. Ajaran-ajaran yang salah itu terus menyebar bahkan kedepannya akan muncul ajaran-ajaran yang kelihatannya benar dan menarik tapi tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Kalau kita sampai menerima dan dipengaruhi ajaran yang salah itu, bisa-bisa kehidupan Kristen kita akan menjadi rusak, hidup kita semakin jauh dari kebenaran firman Tuhan.

Peringatan Paulus kepada Timotius, “awasilah dirimu dan ajaranmu” tetap relevan sampai sekarang ini. Apa artinya mengawasi diri?, mengawasi diri, berarti mengevaluasi diri dan membuat diri tetap terkendali, selalu berada di jalur yang benar. Pertanyaan-pertanyaan seperti berikut ini: Apakah saya hidup benar dan bertindak benar?. Apakah perkataan dan perbuatan saya bersih dan menjadi berkat bagi sesama?. Apakah saya dapat menguasai diri? Apakah motivasi pelayanan saya tulus? dst, harus selalu berulang-ulang diajukan kepada diri kita sendiri. Dan diri kita sendiri harus menjawabnya dengan jujur sambil mengingat bahwa Tuhan juga sedang mengawasi kita bahkan Dialah yang menguji hati kita.

 


Memang tidak mudah mengawasi diri apalagi kita sering tidak cermat, maka sebaiknya dalam proses pengawasan diri kita dibantu oleh orang lain terutama oleh Tuhan sendiri. Sebab hanya Dialah yang mampu menguji hati. Dengan pengawasan diri yang terus menerus (bertekun) dilakukan, maka kita tidak akan salah melangkah memenuhi panggilan Tuhan untuk hidup benar, baik dan lurus. Selamat Mengawasi Diri.

=JD=

Menu Utama

Sedang Online

We have 46 guests and no members online