Ringkasan Kotbah

Bergaul Dengan Tuhan
Kejadian 5:21-24
Oleh: Pdt. Em. Stefanus S.

1. Perjalanan hidup orang beriman (siapapun orangnya baik para tokoh Alkitab yang sering disebut sebagai pahlawan iman, maupun umat biasa), merupakan  perjalanan  yang penuh perjuangan dan pergumulan. Dalam menjalani kehidupan  dan menyatakan penggilannya sebagai pribadi percaya  di tengah kehidupan (yang penuh pergumulan tersebut), setiap anak Tuhan dihadapkan dengan aneka macam tantangan, baik dari dalam maupun dari luar dirinya.
Menghadapi kenyataan tersebut, ia tidak mungkin berjalan sendirian. Ia memerlukan sahabat/teman yang senantiasa diperlukan untuk dapatnya memberikan inspirasi dan topangan yang memungkinkan ia berhasil menjalankan tugas panggilannya dengan baik. Sosok yang ia perlukan adalah sosok pribadi yang dapat diandalkan dan mau berjalan bersamanya dalam suka maupun dukanya kehidupan. Menurut Alkitab maka sosok pribadi yang dibutuhkan tersebut tidak lain adalah Allah sendiri yang telah mencipta dan memelihara hidup mereka serta telah menyatakan diri dalam Yesus Kristus Tuhan dan Juru Selamat manusia. Perjalanan dan pergaulan yang akrab dengan pribadi Allah tersebut menjadi kunci setiap orang dapatnya menjalankan tugasnya dengan baik dan berkenan kepada Allah.

2. Seorang Raja: memilih dan menetapkan seorang sederhana yang dikenal jujur, tulus, taat dan setia serta takut akan Allah menjadi bendahara dalam kerajaannya. Bendahara tersebut menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan selalu ingat bahwa dirinya hanyalah seorang pelayan kerajaan. Ia dapat berada di tempat yang megah dan mewah tersebut karena kemurahan hati Allah. Maka ia berusaha sekuat tenaga agar ia tidak terjatuh karena glamor kehidupan di tempat barunya. Ia menyimpan bungkusan kecil di rumah barunya dan senantiasa membawa bungkusan kecil itu kemanapun ia pergi dan dibukanya saat menghadapi pergumulan berat.

Tahun pertama, kedua dan ketiga dalam pengabdiannya ia lolos dari aneka ujian percobaan. Tetapi tahun keempat ia mendapat masalah saat ia pulang ke rumah lamanya dan membawa bungkusan kecilnya itu. Pulang dengan bungkusan kecilnya itu dipermasalahkan oleh para pejabat lainnya yang mengira bawa ia telah berbuat jahat terhadap kerajaan dan dilaporkan kepada raja. Di depan raja yang marah dan mengadilinya, ia ditanya: ”apakah benar ia membawa sesuatu dari kerajaan ketika menjalani cutinya?”. Ia menjawab dengan polosnya bahwa ia memang benar membawa sebuah bungkusan keluar dari kerajaan dan sekarang bungkusan itu dibawanya pula ketengah persidangan tersebut. Lalu dibukanya dan isinya adalah satu setel pakaian tua yang terakhir ia pakai sebelum menjabat bendahara kerajaaan. Kenapa hal itu dilakukan? Saat ia di rumah dinas bungkusan itu disimpannya dan setiap kali dilihatnya, serta  saat pulang bungkusan kecil itu dibawanya pula,  untuk mengingatkan dirinya bahwa ia hanyalah seorang abdi kerajaan. Ia berada disini karena anugerah  Allah melalui pemilihan sang raja. Jangan sampai ia lupa diri dan tetap rendah hati. Ia mampu melakukan segala tugasnya karena pergaulannya dengan Allah yang senantiasa menyertai dan menguatkannya. Silahkan raja memecatnya bila itu dipandang salah. Sebab ia sadar bahwa ia hanyalah seorang hamba yang siap melakukan apa saja asal sang tuan senang dan berkenan kepadanya. Mendengar akan hal tersebut sang rajapun sangat bangga dan bahagia serta bersyukur karena ia tidak salah memilihnya.

3. Henokh dalam bacaan kita adalah sosok istimewa diantara para tokoh iman di dalam Alkitab. Ia berjalan dan bergaul sangat akrab dengan Allah dalam hidupnya sepanjang 300 tahun. Ia menjalankan tugasnya menyatakan kehendak Allah bagi generasi umat manusia pada zamannya. Ia mengundang orang-orang pada zamannya untuk bertobat dan kembali kepada Tuhan. Dan jika mereka tidak mendengar maka Tuhan pasti akan menghukum mereka. Tidak jelas benar tentang efektivitas seruannya. Tetapi ia terus dengan setia menyerukan berita penghukuman tersebut. Baginya perintah itu harus dilaksanakan. Di dengar ataupun tidak. Biarlah Allah sendiri menentukan tentang buah seruannya pada waktunya. Yang penting ia telah berusaha semaksimal mungkin dalam menyatakan kehendak Allah atas bangsanya. Dan karena kesetiaan dan ketaaatannya kepada Tuhan serta kerelaannya bergaul dan berjalan dengan Allah tersebut  maka Allah memberikan karunia istimewa diangkat ke sorga dengan tidak melalui kematian. Sungguh akhir kehidupan yang manis baginya dan bagi orang yang setia hidup berjalan dan bergaul dengan Allah secara benar, walaupun tidak lepas dari tantangan.

4. Hidup dan berjalan serta bergaul terus menerus dengan Allah memang bukan perkara mudah. Ada godaan berat dari dalam maupun dari luar yang sering kali menjadi hambatan untuk seorang percaya terus berjalan di dalam Tuhan. Tetapi itulah kuncinya ketika kita semua ingin hidup kita menjadi berkat di tengah kehidupan. Kedekatan kita dengan Allah tidak akan meberikan ruang untuk kita memupuk motivasi yang tidak sehat dalam mengikut Tuhan. Ketika kita senantiasa berjalan dengan Allah: ”maka kita dibarui hidup kita dari hari kehari”. “Kita juga  dimungkinkan tetap hidup dalam kerendahan hati serta di dorong untuk terus menyaksikan kebesaran kasih Allah di tengah kehidupan ini. Oleh karena itu tetaplah berjalan dan bergaul akrab dengan Tuhan. Teladanilah Henokh dan para pahlawan iman. Tetapi terlebih dari itu pandanglah Tuhan Yesus Kristus teladan Agung kita yang senantiasa berjalan dan bergaul dengan BapaNya serta melakukan apa yang menjadi kehendak Bapa-Nya. Beritakanlah InjilNya baik atau tidak baik waktunya, maka hidup Anda akan menjadi berkat. Amin.

- SS –

Follow Us on Instagram

Menu Utama

Sedang Online

We have 102 guests and no members online