Ringkasan Kotbah

Tema: Relasi Bukan Sekedar Berinteraksi
Roma 15:1-7

Oleh: Pdt. William Liem

Apakah nilai kasih itu?

Menurut Christian Schwarz (Natural Church Development), gereja yang bertumbuh rata-rata memiliki nilai kasih yang lebih tinggi daripada gereja yang mandek atau menurun.

Christian Schwarz menjelaskan dengan beberapa contoh:
• Adalah suasana keakraban dalam gereja.
• Seberapa sering jemaat saling mengundang makan dan ngopi.
• Seberapa sering jemaat saling memberi hormat.

Menurut Kennon Callahan, salah satu pencarian manusia dalam hidup adalah pencarian komunitas. Penting, sebab dapat saling berbagi sukacita dan beban hidup serta mampu saling memperhatikan.

Di beberapa gereja banyak kelompok PA yang membosankan, karena sebenarnya yang dibutuhkan adalah "trust in sharing".

Relasi yang bagaimana yang perlu diupayakan? Bagaimana kita membangun relasi yang penuh kasih (bukan relasi yang basa-basi) dalam jemaat?
Dalam Roma 15, Paulus memberikan kunci dalam membangun relasi yaitu:
1. Relasi Kristen yang sehat bersumber dari "selflessness". Relasi yang tidak mencari kepentingan diri sendiri, orang lain yang penting. Perhatikan Roma 15:1 Kita, yang kuat wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. Kata “yang kuat” dalam bahasa aslinya berarti anak-anak Tuhan yang sudah dewasa dalam Kristus sedangkan yang tidak kuat adalah anak-anak Tuhan yang belum dewasa dalam Kristus. Acapkali pola pikir dan tingkah laku mereka masih duniawi (kekanakan). Terhadap kelemahan orang Kristen yang tidak kuat, Paulus menasihati agar jangan saling menghakimi (Roma 14).

Ungkapan menanggung kelemahan= sediakan bahu untuk memikul bersama. Ketika berada dalam situasi yang sangat sulit, kita harus memberikan respon "kasih". Yang kuat harus membantu yang lemah.

2. Relasi dalam komunitas Kristen haruslah menumbuhkan karakter jemaat untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus. Roma 15:2, Setiap orang diantara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.
Orang Kristen yang kuat sesungguhnya adalah orang kristen yang meneladani Kristus dalam hal pengorbannya.
Pengorbanan diri Kristus tampak dalam 2 hal:
a. Ketika menjelma menjadi manusia, Kristus rela mengosongkan diriNya. Allah telah membungkuk begitu rendah sampai menjadi salah satu makhluk merangkak (Phlip Yancey).
b. Ketika disakiti begitu rupa, Ia tetap mengampuni.

2 hal yang perlu kita kembangkan hidup dalam kelompok:
a. Cultivate the Spirit of Generosity (tumbuhkan semangat kemurahan hati). Bagikan apa yang kita miliki dengan cuma-cuma. Kita tidak akan pernah merasa miskin karena memberi. Menabur dalam kemurahan hati, menuai ucapan syukur. Memberi mengajarkan kita untuk bergantung pada Tuhan.
Rev. Edmund Chan: kita tidak pernah merasa kaya sampai kita memberi.

b. Develop the Magnanimity of Soul (kembangkan kebesaran hati/jiwa).
Saat disakiti, kita tetap mengampuni orang, Yakobus 5: 16 “saling mengampuni”.

“Semua bersumber dari hati”
• Kebencian tidak akan berakhir jika dibalas dengan kebencian
• Kebencian akan berakhir jika dibalas dengan cinta kasih
• Tidak ada permusuhan yang tidak dapat dimaafkan oleh ketulusan
• Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran

3. Kehidupan komunitas Kristen harus menciptakan kerukunan.
Roma 15: 5-6 “Allah sungguh ingin kita hidup rukun supaya kita dapat memuliakan Dia, tidak dicela oleh orang-orang dunia ini.

Mengapa kita harus rukun, karena dengan kerukunan kita memuliakan Allah. Jika kita sebagai anggota gereja saling menyakiti satu dengan yang lain, maka kitalah yang akan hancur.

Kita dapat belajar dari Mazmur 133:1, 3 manfaat dari kerukunan:
a. Membawa keharuman (minyak di kepala Harun). Harun saat ditahbiskan dengan sebotol minyak zaitun yang sangat mahal. Minyak itu meleleh dan seketika itu juga bau harum memenuhi ruangan. Rumah tangga yang rukun, suami istri anak rukun, gereja, majelis jemaat rukun, akan mengeluarkan bau harum terasa sekali.

b. Membawa kehidupan (embun gunung Hermon yang turun). Kerukunan digambarkan dengan air, karena di Israel hal yang paling penting adalah air. Itu sumber kehidupan.
c. Tuhan memerintahkan berkatNya. Keluarga yang harmonis, rukun akan diberkati Tuhan demikian juga gereja yang rukun. Ini penting, jangan sampai kita melalaikan.

Orang tidak ingin mendengar kita bicara tentang kasih, mereka ingin mengalami bagaimana kasih Kristen benar-benar bekerja (Christian Schwarz).

Mari nyatakan kasih di gereja dengan tindakan. Menjalin relasi penuh kasih satu terhadap yang lain. Kiranya Tuhan menolong kita. Amin.

 =DK=

Menu Utama

Sedang Online

We have 48 guests and no members online