Ringkasan Kotbah

Tema: “Mengasihi Diri Sendiri Bukan Mengasihani
Matius 22:37-39 (nas 22:39)
Oleh: Pdt. Stefanus Theofilus

Matius 22 yang berbicara tentang hukum yang utama adalah tentang mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan akal budi. Dan hukum kedua yang juga sama dengan itu adalah mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri. Di sini jelas, nampak sebuah formula mendasar tentang kasih kepada Allah yang akan membuahkan dampak mengasihi sesama. Dan orang yang mengasihi sesama menjadi bukti bahwa ia mengasihi dirinya sendiri. Maka orang tidak mungkin dapat mengasihi sesama jika tidak mengasihi Tuhan, dan orang yang mengasihi Tuhan akan mengasihi sesama dan dirinya sendiri.


Dalam kaitan itulah maka setiap orang yang mengasihi Tuhan akan secara otomatis mengasihi sesama dan dirinya sendiri. Namun apakah manusia dapat mengasihi Tuhan sehingga ia dapat mengasihi sesamanya dan dirinya sendiri? Ini menjadi pertanyaan penting karena setelah manusia jatuh dalam dosa, manusia tidak lagi dapat mengasihi Tuhan, apalagi sesama dan dirinya sendiri. Namun demikian, kasih Allah itu mutlak dan tidak berubah, Dia tetap mengasihi manusia. Hal ini terbukti dengan apa yang telah IA ciptakan, termasuk manusia didalamnya, tetap dikasihi dan dipelihara Allah. Allah menciptakan seluruh alam semesta dan bahkan manusia untuk dapat IA nikmati.
CiptaanNya diciptakan untuk satu kerinduan agar ciptaanNya dapat dinikmati oleh Sang Pencipta.

Maka manusia yang telah mengalami cinta kasih Allah itulah yang akan senantiasa berusaha mengasihi Allah. Sehingga manusia yang telah menemukan cinta kasih Allah melalui Yesus Kristus akan berbuat semaksimal mungkin untuk dapat dinikmati oleh Allah. Dan orang yang selalu berusaha melakukan hal tersebut berarti sedang dalam rangka mengasihi dirinya sedemikian rupa. Tetapi orang yang terus menerus hidup
untuk dirinya sendiri – tidak sedang berusaha agar dirinya dapat dinikmati Allah tapi sebaliknya hanya dirinya sendiri yang menikmati – maka orang itu sedang mengasihani dirinya dan bukan sedang mengasihi diri. Inilah perbedaan mutlak antara mengasihi diri dan mengasihani diri. Perbedaan dalam motivasi dan tujuan akhir.

– JM –

Menu Utama

Sedang Online

We have 28 guests and no members online