Ringkasan Kotbah

Beribadah Itu Harus
Mazmur 100
Oleh: Pdt. Anni P. Saleh

PEMBAHASAN
Tema minggu ini mengharuskan kita membaca beberapa ayat Alkitab lainnya, sehingga diperoleh alasan mengapa beribadah itu merupakan suatu keharusan. Dalam Keluaran 20:8-11 dan ayat paralelnya Ulangan 5:12-15 dengan gamblang disebutkan bahwa beribadah itu adalah inisiatif Allah. Ia menghendaki umat-Nya dengan sengaja menyisihkan satu hari untuk beribadah secara komunal. (Bandingkan Ulangan 5:15).

Dalam Ibrani 10:25 hal yang sama disebutkan: “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita”. Berdasar pada ayat-ayat tersebut, kita mengerti bahwa beribadah adalah perintah Allah, bukan sebuah pilihan yang berdasar pada alasan-alasan yang bersifat pribadi. Tentang hal itu Rick Warren mengatakan bahwa beribadah kepada Allah adalah demi kepentingan-Nya, karena Ia menghendaki kita memuji-muji Dia.

Kehendak Allah agar diri-Nya dipuji-puji sangatlah beralasan. Ia tidak melakukan seperti ketika manusia ingin dipuji, karena Mazmur 95–99 memberi pemahaman dasar akan ke-siapa-an Allah, sehingga seharusnya kita datang beribadah secara komunal secara sengaja untuk memuji-muji Dia. Salah satu pernyataan tentang ke-siapa-an Allah adalah bahwa ia adalah TUHAN atau YAHWEH atau Allah Perjanjian. Sepanjang Mazmur 95-99 nama Allah itu disebut berulang-ulang baik menyangkut diri dan karya-Nya.

Mengapa Ia disebut Allah perjanjian? Karena Ia adalah Allah yang setia. Jika Ia berjanji, maka Ia pasti menepatinya. Hal inilah yang kita jumpai dalam Mazmur 100.
1. Dialah yang menjadikan kita.
Seorang pencipta komputer diawal keberhasilannya menciptakan benda elektronik tersebut akan sangat bangga terhadap hasil karyanya itu. Tetapi kebanggaan itu segera sirna saat ia berhasil menciptakan komputer yang baru. Ia akan mengabaikan bahkan membuang ciptaannya yang lama. Sikap itu terjadi karena ia hanya mampu mencipta dalam keterbatasan. Berbeda dengan pencipta komputer, Allah menciptakan kita dengan sungguh amat baiknya (Kejadian 1:31) dan Ia tidak pernah membuang kita. Dia membuka diri untuk berelasi dengan kita sebagai Pencipta dan ciptaan. Doktrin manusia memahami relasi Pencipta – ciptaan itu sebagai hak istimewa, karena manusia bisa menggantungkan dirinya dalam pengharapan kepada Allah.
Jika Allah menciptakan manusia dengan kualitas “sungguh amat baiknya”, jika Ia memberi diri menjadi tempat kita bergantung dalam menjalani hidup, bukankah ini merupakan alasan yang kuat untuk kita datang beribadah kepada-Nya dengan sukacita?

2. Dia adalah Gembala dan kita domba-domba-Nya.
Konteks relasi Gembala dan domba ini disebut dalam hubungan dengan umat-Nya. Ia yang menjadikan kita adalah Allah yang memelihara kita. Pengertian pemeliharaan Allah sebagai Gembala dapat kita pahami berdasar pada Mazmur 23. Ketika Daud berkata: TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku, ia sedang menjabat sebagai raja Israel. Ketika itu sedang terjadi kemarau panjang yang menyebabkan ketiadaan rumput hijau dan air yang tenang. Ia sedang menanggung permasalah tanggung jawab yang besar atas kebutuhan rakyatnya.  Apa yang dibutuhkannya sedang tidak ada, tetapi ketika ia memandang kepada TUHAN, Allah Perjanjian yang berjanji memelihara umat-Nya, ia mendapat perspektif baru dalam menghadapi permasalah bangsanya. Ia beriman bahwa Allah Perjanjian akan menolongnya. Beriman berarti percaya kepada apa yang belum kelihatan, dan itulah yang dilakukan Daud.
Bukankah hidup yang terkadang sarat dengan beban akan dapat kita hadapi dengan benar jika kita mempercayai bahwa Allah Perjanjian adalah Allah yang memelihara kita?
Kepercayaan kepada Allah ditengah permasalahan hidup akan membuat kita datang beribadah dengan sukacita.

3. Kasih setia-Nya untuk selama-lamanya.
Pernyataan ayat 5 menegaskan betapa Allah Perjanjian sangat peduli pada kita. Ia konsisten dalam mengasihi kita. Ia konsisten dalam mempedulikan kita.  Sejarah keselamatan sudah membuktikan bagi kita. 1500 tahun lamanya Alkitab ditulis dan sepanjang masa itu hanya ada satu berita utama, yaitu Allah mengasihi kita dan Ia merencanakan dan mewujudkan rencana keselamatan-Nya dengan sempurna. Hari ini, pada Minggu Pra Paskah V, kita diingatkan, bahwa benar, Allah adalah Setia. Ia setia dalam hidup dan mati kita. Kita seharusnya binasa, tetapi disediakan-Nya jalan keselamatan bagi kita. Kita menanggung berbagai pergumulan dalam hidup, dan Ia mempedulikan dan mau menolong kita.

Apabila kita memperhatikan sejarah bangsa Israel, kita menemukan fakta, bahwa mereka pernah menderita di Mesir oleh karena kejahatan bangsa itu kepada umat Allah. Ini adalah penderitaan karena perbuatan orang lain. Tetapi bangsa Israel pernah dibuang ke Babel oleh Allah karena kesalahan mereka sendiri. Hal yang sangat istimewa, dalam dua keadaan itu Allah tetap peduli ketika mereka berseru-seru meminta pertolongan-Nya.
Jadi, bagian umat Allah adalah dalam segala keadaan datang kepada-Nya memohonkan pertolongan.

PENUTUP
Ke-siapa-an Allah membuktikan bahwa Ia adalah Allah yang layak dipuji, layak ditinggikan dan disembah. Seharusnya, hal ini mendorong kita datang beribadah dengan mempersembahkan yang terbaik bagi-Nya. Amin.

Dalam Perjanjian Baru perintah yang senada juga diberikan. Ibrani 10:25.

– APS –

 

Menu Utama

Sedang Online

We have 117 guests and no members online