Ringkasan Kotbah

Tema : “Engkaupun DipakaiNya”
1 Raja-Raja 19: 19-21
Oleh: Pdt. Kristianto Basuki

Pengantar
Kita pernah dengar suatu pernyataan atau bahkan kutipan dari syair lagu yang mengatakan “Banyak pekerja namun sedikit yang menjadi penuai”. Sesungguhnya ungkapan ini bisa diartikan bahwa banyak hal yang telah dilakukan untuk mempersiapkan diri (sebagai pekerja) namun sedikit yang terlibat secara langsung dalam kegiatan atau aktifitas. Jika dikaitkan dengan dunia pelayanan, banyak hal yang telah dipersiapkan seperti pembinaan, pembekalan tetapi sedikit yang terpanggil dalam komitmen utuh untuk terlibat dalam pelayanan.

Isi
Elia dan Elisa, dua nama yang tentu saja tidak asing lagi bagi para pembaca Alkitab. Mereka bukanlah orang-orang yang pernah bertemu akrab sebelumnya, mereka orang yang belum saling mengenal. Bagaimana mereka bisa bertemu, Allah-lah yang berinisiatif dalam kedaulatan-Nya.

Dan kedua adalah latar belakang teks. Elia dikejar oleh teror rasa takut yang dihembuskan oleh seorang ibu rumah tangga, yaitu Isebel istri raja Ahab. Duduk persoalannya adalah, bahwa Ahab menceritakan apa yang sudah dilakukan Elia terhadap nabi-nabi Baal milik mereka, yaitu Elia mengalahkan nabi-nabi itu. Isebel sakit hati dan menyuruh seorang suruhannya untuk menebarkan ancaman kepada Elia         (1 Raja-raja 19:2), dan takutlah Elia, lalu melarikan diri.

Pertama, di dalam Alkitab hanya dikatakan, bahwa Elisa membajak dengan dua belas pasang lembu. Ini mengindikasikan bahwa Elisa, memiliki dasar kemampuan mengendalikan lembu untuk keperluan membajak. Bukankah ini merupakan sebuah potensi dasar yang dibentuk melalui pengalaman sehari-hari? Pengalaman adalah guru, itulah yang diperoleh Elisa.
Kedua, ketika Elia bertemu dengan Elisa yang akhirnya Elisa mengikuti Elia, itu terjadi manakala Elisa sedang bekerja, bukan dalam posisi sedang “rest time” atau menganggur. Namun kita mesti hati-hati dalam memahami ini, karena dasar ini sering dijadikan pijakan untuk mengajak orang melayani dan mengabaikan (bahkan ada ajakan untuk meninggalkan) pekerjaannya. Tentu bukanlah ekstrem seperti itu, karena maksudnya adalah, bahwa melayani bukanlah soal mampu atau tidak, melainkan mau atau tidak. Karena selama ada kemauan, yang namanya kesibukan bukan halangan.

Ketiga, proses pemanggilan Elisa adalah, Elia melemparkan jubah nabi kepada Elisa. Dengan melemparkan jubah nabi, maka Elisa menerima mandat dari Elia untuk melakukan tugas kenabian secara penuh. Dan setelah berpamitan dengan orangtuanya dan mengadakan perpisahan dengan orang-orangnya, Elisa pergi mengikuti Elia dan menjadi pelayan. Ingat, Elisa menjadi pelayan terlebih dahulu, tidak serta merta menjadi seorang nabi. Kesimpulannya, Elisa memiliki kemampuan terasah dalam kehidupannya, Elisa dipanggil oleh Allah sendiri untuk menjadi seorang nabi menggantikan Elia, dan proses kenabiannya tidak diemban dengan serta merta, ada proses yang harus dia lalui.

Aplikasi
Proses regenerasi oleh gereja, bukanlah sebuah harapan, melainkan keharusan bahkan keniscayaan. Sudah saatnya! Gereja institusi tidak bisa menunda-nunda lagi dan jemaat juga tidak bisa menunda lagi untuk berkarya. Selamat bergereja dengan melakukan proses regenerasi. Gereja yang kuat bukan terletak pada kualitas “skill individu”, melainkan pada pemerataan pemberdayaan potensi yang ada. Engkaupun dipakai-Nya!

=KB=

Follow Us on Instagram

Menu Utama

Sedang Online

We have 112 guests and no members online